Sabtu, 21 Juni 2014

Flash Fiction - Horor Komedi - Bendera Kuning

“Muke gile, nyesel gue dini hari tadi jagoin Spanyol!” Pocil menggerutu sambil menata ulang tali pocong yang terlepas dari kakinya, “Gue harus protes nih sama si Kumal!”
“Emang kenapa? Elo pasti minta tolong diramalin sama dia, ya?” tanya Tuli menanggapi gerutuan temannya. Tuyul yang baru saja dikhitan itu sibuk sendiri menghitung isi amplop pemberian kondangan kerabat-kerabatnya.
“Iya, kemarin gue tanya ke dia … terus jawabannya tuh meyakinkan ‘bingits’!” Pocil menjawab pertanyaan Tuli sembari memperlihatkan raut muka menyesal.
“Lagian Spanyol yang kalah kan? Kenapa malah elo yang depresi?” Tuli mencoba menenangkan hati Pocil, namun sepertinya hal itu justru membuat pocong bermuka blasteran Belanda-Cilacap di depannya semakin tertekan.
“Elo gak tahu sih, Li! Gara-gara Spanyol kalah, gue jadi kalah taruhan juga! Elo juga gak tahu kan, gimana perjuangan gue biar bisa lihat pertandingan semalem? Gue bela-belain gak ngerjain tugas tata busana, padahal gue udah remed tujuh kali!” Pocil tampak semakin kesal, tanpa disadari air mata perlahan terjun membasahi tulang pipinya.
“Oh … gitu?” balas Tuli singkat.
“Udah? Gitu doang? Gue jelasin ke elo panjang lebar, dan elo cuma jawab gitu? Padahal elo udah gue anggap kayak tuyul gue sendiri, Li! Sakitnya tuh di sini!” tukas Pocil sambil susah payah mengeluarkan tangan kanannya dari ikatan tali pocong agar bisa menunjuk ke arah dada.
“Iya iya, maaf … emang Kumal bilang apa ke elo?” tanya Tuli sambil membantu Pocil mengeluarkan tangannya.
“Kumal bilang yang bakal menang tuh yang benderanya mirip sama bendera Indonesia!”
“Nah, bener lah!”
“Bener gimana sih maksud lo? Yang mirip sama Indonesia kan bendera Spanyol!”
“Mirip dari mananya?” tanya Tuli heran.
“Kan sama-sama ada warna kuningnya, Li!”
“Sejak kapan bendera Indonesia ada kuningnya?” Tuli semakin heran.
“Elo lihat aja, tiap ada upacara kematian pasti bendera kuning berkibar!”
Perbincangan itu berakhir dengan sebuah toyoran di kepala Pocil.

Jakarta, 14 Juni 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman