Namaku Hazel, atau Bianka Hazel Paulina lebih tepatnya.
Hari-hariku terasa lebih sepi saat ini. Sejak ibu memutuskan untuk pergi
meninggalkanku—juga ayah tentunya. Aku tahu bukan kemauan ibu untuk melakukannya,
namun tetap saja … dunia seolah menghukumku seumur hidup.
Kini tinggallah aku bersama ayah. Di usiaku saat ini,
seharusnya aku sedang mengenyam pendidikan—mungkin kelas delapan. Namun karena
pekerjaan ayahku tak cukup untuk biaya sekolah, terpaksa aku harus urung
mengenyam pendidikan formal. Satu-satunya guruku adalah alam—setelah ibu pergi.